Pages

Tampilkan postingan dengan label SBK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SBK. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Desember 2016

RANGKUMAN SBK SEMESTER 1



BAB 1
*    Menggambar merupakan aktivitas mental dan fisik yang dituangkan dalam bentuk goresan tangan, menggunakan media 2 atau 3 dimensi.
*    Objek menggamabar dapat berentuk flora (tumbuhan), fauna (hewan) dan alam benda, baik buatan manusia atau benda yang berasal dari alam.
*      Komposisi dalam menggambar dibedakan menjadi 2, yaitu komposisi simetris dan komposisi asimetris.
*       Komposisi simetris menunjukkan bahwa objek dibagian kanan bidang gambar sama dengan objek dibagian kiri gambar.
*      Komposisi asimetris menunjukkan bahwa objek dibagian kanan bidang tidak sama dengan objek dibagian kiri bidang gambar tetapi terkesan menunjukkan keseimbangan.
*      Tahapan yang harus kita lakukan pada saat menggambar adalah :
Mengetahui bentuk dasar pada objek yang akan digambar,
Mengetahui bagian – bagian dari objek gambar,
Menyusun atau menyambungkan bagian per bagian menjadi gambar yang utuh,
Memberi dimensi gelap terang baik hitam putih ataupun berwarna,
Memberi kesan untuk latar belakang.
*      Pada saat menggambar bentuk dalam menggambar alam benda, sebaiknya memperhatikan :
Proporsi bentuk benda yang akan digambar,
Komposisi dalam meletakkan benda,
Cahaya yang menyinari objek gambar dan akan membentuk bayangan,
Penggunaan arsiran / warna yang akan membentuk kesan bidang 3 dimensi,
Penggunaan latar belakang (background).
*      Alat dan media saat menggambar adalah :
Pensil,
Pensil warna,
Krayon,
Pulpen (bolpoint), 
Kertas gambar.
BAB 2
*    Ragam hias / merupakan karya seni rupa yang diambil dari bentuk – bentuk flora (vegetal), fauna (animal), figural (manusia), dan bentuk geometris.
*    Ragam hias geometris adalah motif hias yang dikembangkan dari bentuk – bentuk geometris dan kemudian digayakan sesuai dengan selera dan imajinasi pembuatnya.
*    Ragam hias figuratif berupa objek manusia yang digambar dengan mendapatkan penggayaan bentuk.
*    Bentuk ragam hias umumnya memiliki pola / susunan yang diulang – ulang. Pola yang ditampilkan dapat beryupa pola ragam hias yang teratur, terukur dan memilki keseimbangan.
*    Teknik menggambar raga hias :
Perhatikan pola bentuk ragam hias yang akan digambar,
Persiapkan alat dan media gambar,
Tentukan ukuran pola gambar yang akan dibuat,
Buat sketsa disalah satu kotak / bidang yang telah dibuat sebelumnya.
Buat bentuk yang sama (bisa dijiplak) pada bidang yang lain,
Warnai gambar.
BAB 3
*    Bernyannyi unisono adalah bernyayi satu suara seperti menyayikan melodi suatu lagu. Partitur lagu benyayi unisono hanya melodi pokoknya saja.
*    Istilah – istilah dalam bernnyanyi antara lain :
Artikulasi, adalah cara pengucaapan kata demi kata yag baik dan jelas.
Phrasering, adalah pemenggalan kalimat yang baik dan benar sehingga mudah dimengerti dan sesuai dengna kaidah – kaidah yang berlaku.
Intonasi aadalah tinggi rendahnya suatu nada yang harus dijangkau dengan tepat.   
*      Teknik pernapasan dikelompokkan sebagai berikut :
Pernapasan dada, dilakukan dengan cara mengisi udara dalam paru – paru bagian atas. Pernapasan ini sangat pendek dan tidak cocok digunakan dalam vokal, jenis pernapasan ini biasa untuk menghasilkan nada – nada rendah.
Pernapasan perut, dilakukan dengan cara membuat perut berongga besar sehingga udara luar dapat masuk. Pernapasan ini kurang efektif untuk vokal karena udara dengan cepat dapat keluar, sehingga paru – paru menjadi lemah dan cepat letih. Jenis pernapasan ini dapat menghasilkan suara sangat keras, tetapi tidak baik jika digunakan untuk bernyanyi.
Pernapasan diafragma, saat diafragma menegang atau lurus maka rongga dada dan rongga  perut menjadi longgar dan volume bertambah.pernapasan ini sangat cocok untuk bernyanyi, karena dapat mengambil napas sebanyak – banyaknya dan mengeluarkan secara perlahan – lahan dan teratur.
 
BAB 4
*    Fungsi dari alat musik dalam permainan musik ansambel dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu :
Kelompok alat musik ritmis, berfungsi untuk memberikan irama. Contohnya, triangle, gendang dan ketipung.
Kelompok alat musik melodis, berfungsi untuk membawakan melodi suatu lagu. Contohnya, rebab dan mandolin.
Kelompok alat musik harmonis, berfungsi untuk pengiring dan dapat mengeluarkan paduan nada sekaligu. Contohnya, sampek dan sasando.
*      Angklung ada 2 jenis, yaitu angklung melodi yang terdiri atas 2 bambu, angklung pengiring yang terdiri atas 3/4 bambu. Angklung yang terdiri atas 3 bambu adalah bentuk trinada misalnya C minor, G, dan D dim, sedangkan yang empat untuk catur nada misalnya G7 dan C7.
*      Seruling bambu dibedakan menjadi seruling pembawa melodi dan seruling pengiring. Seruling  pengiring berfungsi sebagai akor dan bas. Akor bunyi nada seruling terdiri atas 3 seruling, misalkan untuk akor C mayor berarti seruling satu bunyi nadanya c, seruling dua buni nadanya e, dan seruling tiga bunyi nadanya e, dan seruling tiga bunyi nadanya g.
*      Alat musik sasando mempunyai wilayah nada dari G besar sampai dengan nada e3. Selain itu dapat digunakan dalam 2 nada dasar mayor yaitu nada dasar C dan nada dasar G. Sasando termasuk alat musik chordofone yaitu alat musik dengan sumber bunyi senar. Cara memainkan sasando dipetik, tangan kiri memainkan akor tangan kanan memainkan melodi.
*      Calung cara bermainnya dengan cara memukul batang – batang bambu.
*      Kolintang berasal dari suaranya, tong (nada rendah), ting (nada tinggi), dan tang (nada biasa).

Sabtu, 29 Oktober 2016

Pengertian dan Jenis Jenis Ragam Hias


Nama    : Eliszha Wijayanti
Kelas      : VII A
Sekolah  : SMPN 1 Yosowilangun






SMP NEGERI 1 Yosowilangun
Npsn : 20521411 & Nss : 201052107004
Jl. Raya Gg. Masjid No.4 Yosowilangun – Lumajang 67382 (/ fax : (0334) 390384
Website.www. smp1yoso.blogspot.com & e-mail : smp1yoso@yahoo.com



Pengertian dan Jenis-jenis Ragam Hias

A. Pengertian Ragam Hias
1. Ragam hias disebut juga ornamen, merupakan salah satu bentuk karya seni rupa yang sudah berkembang sejak zaman prasejarah. Karya ini dapat berupa tenunan, tulisan pada kain (misalnya batik), songket, ukiran, atau pahatan pada kayu/batu.

2. Ragam hias adalah bentuk dasar hiasan yang biasanya akan menjadi pola yang diulang-ulang dalam suatu karya kerajinan atau seni.


3. Ragam hias juga biasa disebut Ornamen berasal dari bahasa Yunani "ornare" yang artinya hiasan atau menghias. Menghias berarti mengisi kekosongan suatu permukaan bahan dengan hiasan, sehingga permukaan yang semula kosong menjadi tidak kosong lagi karena terisi oleh hiasan.

B. Jenis-Jenis Ragam Hias
1. Ragam hias geometris merupakan motif hias yang dikembangkan dari bentuk-bentuk geometris dan kemudian digayakan sesuai dengan selera dan imajinasi pembuatnya. Gaya ragam hias geometris dapat dijumpai di seluruh Indonesia, seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Ragam hias geometris dapat dibuat dengan menggabungkan bentuk-bentuk geometris ke dalam satu motif ragam hias. Ragam hias geometris mempunyai bentuk dasar bidang-bidang seperti, segi tiga, segi empat, lingkaran, layang-layang, dan bangun lainnya.


          
     
2. Ragam hias Flora adalah ragam hias yg menggunakan bentuk flora (tumbuhan) sebagai   objek motif ragam hias flora sebagai bentuk.Flora sebagai sumber objek motif ragam hias dapat dijumpai hampir di seluruh pulau di Indonesia. Ragam hias dengan motif flora (vegetal) mudah dijumpai pada barang-barang seni, seperti batik, ukiran, kain sulam, kain tenun, dan bordir. 

  
  
3.  Ragam hias fauna merupakan bentuk gambar motif yang diambil dari hewan tertentu. Hewan pada umumnya telah mengalami perubahan bentuk atau gaya. Beberapa hewan yang biasa dipakai sebagai objek ragam hias adalah kupu-kupu, burung, kadal, gajah, dan ikan.
Ragam hias motif fauna telah mengalami deformasi namun tidak meninggalkan bentuk aslinya. Ragam hias fauna dapat dikombinasikan dengan motif flora dengan bentuk yang digayakan.
Motif ragam hias daerah di Indonesia banyak menggunakan hewan sebagai objek ragam hias. Daerah-daerah tersebut seperti Yogyakarta, Bali, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Motif ragam hias tersebut dapat dijumpai pada hasil karya batik, ukiran, anyaman, dan tenun.


         

4. Bentuk ragam hias figuratif berupa objek manusia yang digambar dengan mendapatkan penggayaan bentuk. Ragam hias figuratif biasanya terdapat pada bahan tekstil maupun bahan kayu, yang proses pembuatannya dapat dilakukan dengan cara menggambar.


          


5. Bentuk Ragam hias Poligonal ditentukan oleh batas pinggir dari bidang yang seringkali berupa garis. Bentuk tersebut berdimensi datar dan disebut poligonal. Poligonal  memiliki batas bentuk yang berujud segi tiga (triangle), segi empat (tetragon), segi lima (pentagon), segi enam (hexagon).Bentuk poligonal  memiliki sifat yang ditentukan oleh garis batas luarnya yang disebut convex poligon bila garis luarnya menonjol ke arah luar sehingga bentuknya menjadi gemuk. Sedangkan bila garis luarnya melengkung ke arah dalam disebut concav poligon. Guna dari bentuk convex dan concav tersebut adalah untuk menghasilkan image dimensi bila digunakan pada penggabungan dua atau lebih bentuknya.