Pages

Sabtu, 29 Oktober 2016

Pengertian Teks Biografi, Struktur dan Contohnya

Teks Biografi adalah teks yang berisi kisah hidup seseorang yang patut diteladani.
Teks biografi memiliki ciri:
1. Strukturnya terdiri atas: Orientasi, Peristiwa/ Masalah, dan Reorientasi
2. Memuat informasi berdasarkan fakta (faktual) dalam bentuk narasi
3. Faktualnya berdasarkan pengalaman hidup seseorang yang patut diteladani.

Tokoh yang biasa ditulis bisa negarawan, politikus, pahlawan, ataupun artis. Jika artis, maka harus artis yang memiliki keistimewaan dan patut diteladani serta dapat memberi inspirasi bagi kita.
Dewi Sartika dilahirkan dari keluarga priyayi Sunda, Nyi Raden Rajapermas dengan Raden Somanagara. Meskipun bertentangan dengan adat waktu itu, ayah-ibunya bersikukuh menyekolahkan Dewi Sartika di sekolah Belanda. Setelah ayahnya wafat, Dewi Sartika diasuh oleh pamannya (kakak ibunya) yang menjadi patih di Cicalengka. Oleh pamannya itu, ia mendapatkan pengetahuan mengenai kebudayaan Sunda, sementara wawasan kebudayaan Barat didapatkannya dari seorang nyonya Asisten Residen berkebangsaan Belanda.

Sedari kecil, Dewi Sartika sudah menunjukkan bakat pendidik dan kegigihan untuk meraih kemajuan. Sambil bermain di belakang gedung kepatihan, ia sering memperagakan praktik di sekolah, belajar baca-tulis, dan bahasa Belanda, kepada anak-anak pembantu di kepatihan. Papan bilik kandang kereta, arang, dan pecahan genting dijadikannya alat bantu belajar.

Waktu itu, Dewi Sartika baru berumur sekitar sepuluh tahun, ketika Cicalengka digemparkan oleh kemampuan baca-tulis dan beberapa patah kata dalam bahasa Belanda yang ditunjukkan oleh anak-anak pembantu kepatihan. Gempar, karena waktu itu belum ada anak (apalagi anak rakyat jelata) yang memiliki kemampuan seperti itu, dan diajarkan oleh seorang anak perempuan.

Setelah remaja, Dewi Sartika kembali lagi kepada ibunya di Bandung. Jiwanya yang telah dewasa semakin menggiringnya untuk mewujudkan cita-citanya. Hal ini didorong pula oleh pamannya, Bupati Martanagara, yang memang memiliki keinginan yang sama. Tetapi, meski keinginan yang sama dimiliki oleh pamannya, tidak menjadikannya serta merta dapat mewujudkan cita-citanya. Adat yang mengekang kaum wanita pada waktu itu, membuat pamannya mengalami kesulitan dan khawatir. Namun karena kegigihan semangatnya yang tak pernah surut, akhirnya Dewi Sartika bisa meyakinkan pamannya dan diizinkan mendirikan sekolah untuk perempuan.

Tahun 1906, Dewi Sartika menikah dengan Raden Kanduruan Agah Suriawinata, dari pernikahannya itu ia memiliki putra bernama R. Atot, yang merupakan Ketua Umum BIVB, sebuah klub sepak bola yang merupakan cikal bakal dari Persib Bandung.[butuh rujukan] Suami dari Dewi Sartika memiliki visi dan cita-cita yang sama dengan Dewi Sartika, guru di sekolah Karang Pamulang, yang saat itu merupakan sekolah Latihan Guru.

Sejak 1902, Dewi Sartika sudah merintis pendidikan bagi kaum perempuan. Di sebuah ruangan kecil, di belakang rumah ibunya di Bandung, Dewi Sartika mengajar di hadapan anggota keluarganya yang perempuan. Merenda, memasak, jahit-menjahit, membaca, menulis dan sebagainya, menjadi materi pelajaran saat itu

Usai berkonsultasi dengan Bupati R.A. Martenagara, pada 16 Januari 1904, Dewi Sartika membuka Sakola Istri (Sekolah Perempuan) pertama se-Hindia-Belanda. Tenaga pengajarnya tiga orang : Dewi Sartika dibantu dua saudara misannya, Ny. Poerwa dan Nyi. Oewid. Murid-murid angkatan pertamanya terdiri dari 20 orang, menggunakan ruangan pendopo kabupaten Bandung.

Setahun kemudian, 1905, sekolahnya menambah kelas, sehingga kemudian pindah ke Jalan Ciguriang, Kebon Cau. Lokasi baru ini dibeli Dewi Sartika dengan uang tabungan pribadinya, serta bantuan dana pribadi dari Bupati Bandung. Lulusan pertama keluar pada tahun 1909, bahasa sundabisa lebih mememenuhi syarat kelengkapan sekolah formal.

Pada tahun-tahun berikutnya di beberapa wilayah Pasundan bermunculan beberapa Sakola Istri, terutama yang dikelola oleh perempuan-perempuan Sunda yang memiliki cita-cita yang sama dengan Dewi Sartika. Pada tahun 1912 sudah berdiri sembilan Sakola Istri di kota-kota kabupaten (setengah dari seluruh kota kabupaten se-Pasundan). Memasuki usia ke-sepuluh, tahun 1914, nama sekolahnya diganti menjadi Sakola Kautamaan Istri (Sekolah Keutamaan Perempuan). Kota-kota kabupaten wilayah Pasundan yang belum memiliki Sakola Kautamaan Istri tinggal tiga/empat, semangat ini menyeberang ke Bukittinggi, di mana Sakola Kautamaan Istri didirikan oleh Encik Rama Saleh. Seluruh wilayah Pasundan lengkap memiliki Sakola Kautamaan Istri di tiap kota kabupatennya pada tahun 1920, ditambah beberapa yang berdiri di kota kewedanaan.

Bulan September 1929, Dewi Sartika mengadakan peringatan pendirian sekolahnya yang telah berumur 25 tahun, yang kemudian berganti nama menjadi "Sakola Raden Déwi". Atas jasanya dalam bidang ini, Dewi Sartika dianugerahi bintang jasa oleh pemerintah Hindia-Belanda.

Dewi Sartika meninggal 11 September 1947 di Tasikmalaya, dan dimakamkan dengan suatu upacara pemakaman sederhana di pemakaman Cigagadon-Desa Rahayu Kecamatan Cineam. Tiga tahun kemudian dimakamkan kembali di kompleks Pemakaman Bupati Bandung di Jalan Karang Anyar, Kabupaten Bandung.

Sudah sepantasnya kita mengenang jasa Dewi Sartika. Semangat dan jasanya dalam memperjuangkan kaum wanita agar mendapatkan pendidikan tidak sepantasnya kita lupakan. Semoga dengan apa yang telah dilakukannya, wanita-wanita Indonesia dapat memperoleh pendidikan yang lebih baik.


Struktur:
- Orientasi: "Dewi Sartika dilahirkan..."
- Peristiwa dan Masalah: "Sedari kecil, Dewi Sartika..."
- Reorientasi: "Sudah sepantasnya kita..."

Pendidikan Kewarganegaraan


Nama        : ELISZHA WIJAYANTI
Kelas         : VII A
No. Absen : 13
Tugas         : PKN


  `1. Dari gambar di atas, siapakah yang menjadi tokoh perumus perumus UUD 1945
   2. contoh penerapan sikap kepahlawanan di era sekarang
   3. sikap apa sajakah yang bisa kita teladani dari tokoh tokoh perumus UUD 1945.
   4. tunjukkan penerapan sikap kepahlawanan yan bisa kita terapkan di era sekarang ini!
   5. tunjukkan contoh sikap kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku di lingkungan    masyarakat!

JAWABAN :
1.
·         Ir. Soekarno
·         Moh. Hatta
·         Ahmad Soebarjo
·         Laksamana Thadasi
·         Sukarni
·         Fatmawati
·         Sayuti Melik

2.
Bersikap nasionalisme
·      Cinta tanah Air
·      Menolong sesama teman
·      Bersikap jujur
·      Bersikap nasionalisme

3.
·         Bersikap bijaksana
·         Patriotisme dan nasionalisme
·         Membantu sesama manusia

4.
·         Bersikap adil
·         Membantu sesama makhluk hidup

5.
·         Mematuhi peraturan yang ada di lingkungan maupun sekolah
·         Tidak melanggar peraturan yang ada

·         Menjalankan peraturan dengan baik




Terima Kasih

Rabu, 26 Oktober 2016

Interaksi Sosial



 Penjelasan Interaksi sosial dan contohnya syarat interaksi sosial

Interaksi Sosial, Pengertian, Bentuk, Ciri, Contoh, Syarat & Faktor Secara Umum

Pengertian Interaksi Sosial 
adalah hubungan timbal balik antara dua orang atau lebih yang berperan saling memengaruhi antara individu dan individu, antara individu dan kelompok, dan antara kelompok dengan kelompok. Interaksi sosial merupakan proses setiap orang menjalin kontak dan berkomunikasi dan saling memengaruhi dalam pikiran mauun dengan tindakan.

Interaksi sosial sebagai pondasi dengan sebuah tindakan yang didasarkan ada norma dan nilai sosial yang berlaku dan diterapkan dalam masyarakat. Berlangsungnya interaksi sosial dengan baik jika aturan-aturan dan nilai-nilai dilakukan dengan baik. Jika tidak adanya kesadaran dari masing-masing, maka proses sosial pun tidak akan berjalan dengan yang diharapkan.

Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial Asosiatif

  • Kerja Sama (Cooperation), adalah suatu usaha bersama antar individu atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama. 
  • Akomodasi (Accomodation), adalah proses penyesuaian sosial dalam interaksi antarindividu dan antarkelompok untuk meredakan pertentangan. 
  • Asimilasi (Assimilation), adalah proses ke arah peleburan kebudayaan sehingga setiap pihak dapat merasakan kebudayaan tunggal sebagai milik bersama. 
  • Akulturasi (Acculturation), adalah proses yang timbul dari suatu kebudayaan untuk menerima unsur budaya asing tanpa menyebabkan kebribadian budaya sendiri hilang.  
Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial Disosiatif

  • Persaingan (Competition), adalah suatu perjuangan dari berbagai pihak yang lomba-lomba untuk mencapai suatu tujuan yang sama.  
  • Kontraversi, adalah suatu bentuk proses sosial yang menunjukkan ketidaksenangan atau ketidakpuasan terhadap pihak lain baik secara sembunyi atau terang-terangan.   
  • Pertentangan/Konflik Sosial, adalah proses sosial antarperorangan atau kelompok masyarakat tertentu akibat adanya perbedaan paham dan kepentingan yang sangat mendasar sehingga menimbulkan adanya semacam jurang pemisah antara mereka.
Ciri-Ciri Interaksi Sosial 
Ciri-ciri interaksi sosial adalah sebagai berikut..

  • Jumlah pemeran lebih dari satu orang 
  • Terjadi komunikasi antara pelaku melaku kontak sosial 
  • Memiliki maksud atau tujuan yang jelas
  • Berdasarkan  pola suatu sistem sosial tertentu. 
Contoh-Contoh Interaksi Sosial 
1. Contoh Interaksi Sosial Indivdu dengan Individu 

  • Seorang kakak mengajari adeknya belajar matematika
  • Indah belajar bermain yang diajar oleh  satriawan 
  • Seorang dokter dengan pasiennya
  • Seorang siswa bertanya kepada gurunya 
2. Contoh Interaksi Sosial Individu dengan Kelompok 

  • Presiden dengan rakyatnya 
  • Guru dengan siswanya 
  • Komandan dengan anggotanya
  • Khotbah jumat dimesjid 
  • Gubernur Ahok dengan warga kampung pulo
3. Contoh Interaksi Sosial Kelompok dengan Kelompok

  • PMR dan Pramuka bekerja sama dalam pemberian bantuan 
  • Polisi dengan TNI saling bekerja sama memberantas preman 
  • Kelompok A dan Kelomok B saling berdebat atau mendiskusikan sesuatu
  • Osis dengan pramuka saling membantu dalam menyukseskan kegiatan tanam 10000 bibit
Syarat-Syarat Interaksi Sosial 
Menurut Soerjono Soekanto, bahwa interaksi sosial tidak mungkin terjadi tanpa dengan dua syarat antara lain sebagai berikut...
  • Kontak Sosial, adalah hubungan antara satu pihak dengan pihak lain dimana kontak sosial merupakan awal terjadinya interaksi sosial, dan saling bereaksi satu dengan yang lain meski tidak bersentuhan fisik.
  • Komunikasi, adalah adanya kegiatan yang saling menafsirkan perilaku yang meliputi pembicaraan, gerakan fisik,atau sikap dan perasaan-perasaan.
Faktor-Faktor Interaksi Sosial  
Berlangsungnya interaksi sosial didasarkan dari beberapa faktor antara lain sebagai berikut...
a. Sugesti, adalah pemberian pengaruh pandangan seseorang kepada orang lain dengan cara tertentu, sehingga orang tersebut mengikut pandangan/pengaruh tanpa dengan berpikir panjang.Contoh sugesti adalah obat impor yang harganya mahal namun karena produk impor dan dianggap manjur dalam menyembuhkan penyakit. Pernyataan tersebut merupakan sugesti dari harga obat yang mahal dan embel-embel produk luar negeri.

b.Imitasi, adalah tindakan atau usaha yang dilakukan untuk meniru tindakan orang lain. Imitasi biasanya tidak dapat disadari dilakukan. Contoh imitasi adalah seorang anak sering meniru kebiasaan-kebiasaan orang tuanya misalnya cara berbicara, berpakaian, dan makan. Namun imitasi dipengaruhi oleh lingkungannya khususnya lingkungan sekolah.

c. Identifikasi, adalah kecenderungan atau keingingan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain. Akibat dari identifikasi adalah terjadinya pengaruh yang lebih dalam dari sugesti dan imitasi karena identifikasi dilakukan secara sadar.

d. Simpati, adalah seseorang yang merasa tertarik pada orang lain. Perasaan simpati dapat disampaikan oleh seseorang atau sekelompok orang atau lembaga formal pada saat-saat khusus. Contoh dari simpati adalah saat seorang tertimpa musibah. Perasaan simpati biasanya menimbulkan perasaan yang sayang/

e. Motivasi, adalah dorongan yang diberikan kepada seseorang individu kepada individu lainnya. Tujuan motivasi adalah agar orang yang diberi motivasi atau dorongan untuk menuruti dan bersemangat.



Jumat, 23 September 2016

MY FAMILY

  MY FAMILY 


       My name is Eliszha Wijayanti, you can call me Lisa. I live in Jombang
.I was born on the twentieth day of October of two thousand four. I was twelve years old .I study at SMPN 1 Yosowilangun. I was in the seventh grade a. My hobbies are reading and swimming. My favorite color is blue, my favorite food is fried rice, my favorite drink is water, and my favorite is fruit guava fruit.


I will introduce my family, the first is my Father. My father’s name is Rudi Wiyono. My father lives in Jombang. My father is an entrepreneur. My father’s favorite food is rice pecel. His favorite drinkis water.

The second is my mother. My mother is Sulis Steyowati. My mother lives in Jombang. She is born on fortyfive years old. My mother is an entrepreneur. Her favorite food is rice pecel. Her favorite drink is water.

Kamis, 15 September 2016

Keuntungan dan Kerugian Penduduk Yang Banyak

Keuntungan

1.Mempunyaisumber
daya manusia yang banyak

2.Mudah
memperoleh tenaga kerja

3.Menjad
i pasar untuk hasil produksi yang potensial

4.Menumbuhkan
banyak manusia yang punya jiwa wirausaha

5.Mempercepat proses pembangunan



Kerugian

1.Masalahsosial
akan muncul, misalnya :kemiskinan dan      pengangguran

2. Pemenuhan
kebutuhan pokok yang sangat besar

3.Adanya
pemukiman kumuh di perkotaan

4.Membutuhkan
dana yang besar untuk menyediakan sarana              prasarana umum bagi penduduk yangberjumlah banyak

Macam - Macam Alat Ukur

1. Alat ukur panjang
 
Mistar
Alat ukur panjang terdiri dari beberapa jenis seperti meteran lipat (pita), mistar, jangka sorong, dan mikrometer dan masing-masing mempunyai tingkatketelitian yang berbeda. Mistar - Untuk mengukur benda yang panjangnya kurang dari 50 cm atau 100 cm. - Tingkat ketelitiannya 0,5 mm ( ‘/s x 1 cm) - Satuan yang tercantum dalam mistar adalah cm, mm, serta inchi.Untuk mendapatkan basil pengukuran yang tepat, maka sudut pengamatanharus tegak lotus dengan obyek dan mistar. Contoh pengukuran dengan mistar:  
Meteran pita
Digunakan untuk megukur suatu obyek yang tidak bisadilakukan dengan mistar, misalnya karena ukurannya terlalu panjang atau bentuknya tidak lurus. Mempunyai tingkat ketelitian sampai dengan 1 mm. Mikrometer Sekrup - Gunakan untuk mengetahui ukuran panjang yang sangat kecil - Mempunyai tingkat ketelitian sampai dengan 0,01 mm  


2. Alat Ukur Massa  
Neraca Pasar,  yaitu neraca yang biasa digunakan di pasar-pasar tradisional, bentuknya seperti pada gambar di samping. Cara pemakaian neraca ini yaitu dengan meletakkan benda yang akan ditimbang di bagian yang berbentuk mirip baskom, lalu di bagian sebelahnya yang datar diletakkan bandul neraca yang hampir seimbang dengan bobot benda, selanjutnya lengan neraca akan bergerak dan hasil pengukuran dapat diketahui.  
Neraca Dua Lengan,  yaitu neraca yang biasanya terdapat di laboratorium, bentuknya seperti pada gambar di diatas. Cara pemakaian neraca ini hampir sama dengan cara pemakaian neraca pasar, bedanya bandul neraca yang terdapat pada neraca pasar dapat digantikan dengan barang lain.  
Neraca Tiga Lengan yaitu neraca yang juga biasanya terdapat di laboratorium, bentuknya seperti pada gambar di samping. Cara pemakaian neraca ini yaitu dengan cara menggeser ketiga penunjuk ke sisi paling kiri (skalanya menjadi nol), kemudian letakkan benda yang akan diukur pada bagian kiri yang terdapat tempat untuk benda yang akan diukur, lalu geser ketiga penunjuk ke kanan hingga muncul keseimbangan, dan hasil pengukuran dapat diketahui.



" TERIMA KASIH SEMOGA BERMANFAAT YA..."


Selasa, 13 September 2016

Nama - Nama Daerah, Pakaian Adat, Rumah Adat, dan Tarian Daerah

NAMA - NAMA DAERAH, PAKAIAN ADAT, RUMAH ADAT, DAN TARIAN DAERAH YANG ADA DI 33 PROVINSI...


1.    Provinsi Nanggro Aceh Darussalam (NAD)
Ibukota: Banda Aceh
Rumah Adat : Rumoh Aceh atau Rumah Krong Bade
Pakaian Adat : Pakaian Adat Pidie
Tarian Tradisional : Tari Seudati, Tari Meuseukat, Tari Saman,
 Tari Mulia Ratep Aceh,, Tari Kipah Sikarang Aceh, Tari Ranup Lam Puan, Tari Rapai Geleng Aceh, Tari Turun Kuaih Aunen Aceh, Tari Aceh Gempar.
Senjata Tradisonal : Rencong, Klewang, Peudeung oon Teubee dan Sikin Panyang, 
Lagu Daerah : Bungong Jeumpa, Lembah Alas, Sepakat Segenap, Tawar Sadenge 

Suku  : Aceh, Gayo, Alas, Kluet, Tamiang, Singkil, Anak Jame, Simeleuw, Pulau, Haloban, Devayan, Sigulai, dan Julu,
Julukan : Kota Serambi Mekkah


2.    Provinsi Sumatera Utara (SUMUT)


Ibukota : Medan
Rumah Adat : Ruma Bolon atau Ruma gorga
Pakaian Adat : Pakaian Adat Karo atau Ulos
Tarian Tradisional : Tari Serampang Dua Belas, Tari Tor-tor, Tari Terang Bulan, Tari Kuala Deli Tanjung Katung Medan, Tari Maena, Tari Pesta Gembira, Tari Kemuliaan Man Dibata Karo, Tari Karo Lima Serangkai, Tari Bolo-Bolo Karo, Tari Begu Deleng Sumatera Utara, Tari Dembas Simenguda Tapanuli,.  
Senjata Tradisonal : Piso Surit, Piso Gaja Dompak, Hujur, Podang, Belati,
Lagu Daerah : Anju Ahu,
 Pantun Lama, Bungo Bangso, Cikala Le Pongpong, Butet,Dago Inang Sarge, Lisoi, Madekdek Magambiri, Mariam Tomong, Nasonang DohitaNadua, Rambadia, Sengko-Sengko, Siboga Tacinto, Sinanggar Tulo, Sing Sing So,Tapian Nauli
Suku : Batak Karo, Batak Simalungun, Batak Fakfak, Batak Angkola, Batak Toba, Melayu, Nias, Batak Mandailing, dan Maya-maya
Julukan : Kota Melayu Deli


3.    Provinsi Sumatera Barat (SUMBAR)


Ibukota :  Padang
Rumah Adat : Rumah Gadang
Pakaian Adat  : Pakaian Adat Bundo Kanduang
Tarian Tradisional : Tari Piring, Tari Payuang, Tari Baralek Gadang, Tari Pasambahan, Tari Indang, Tari Rantak, Tari Galombang, Tari Sabalah, Tari Lilin, Tari Indang Badinding,
Senjata Tradisonal : Kerambit atau kurambiak, Karih, Belati, Tombak, Ruduih, Piarit 
Lagu Daerah : Ayam Den Lapeh, Barek Solok, Dayung Palinggam, Kambanglah Bungo,Kampuang Nan Jauh Di Mato, Ka Parak Tingga, Malam Baiko, Indang Sungai Garinggiang, Rang Talu, MakInang, PakuGelang 

Suku : Minangkabau, Melayu, dan Mentawai, Tanjung Kato, Panyali, Chaniago, Sikumbang, dan Guci
Julukan : Kota Tercinta


4.    Provinsi Riau


Ibukota : Pekan Baru
Rumah Adat : Rumah Melayu Selaso Jatuh Kembar
Pakaian Adat  : Pakaian Adat Belanga
Tarian Tradisional : Tari Joged Lambak, Tari Pedang Jenawi, Tari Pembubung, Tari Zapin Sekampung,Tari Sinar, Tari Lenggang Melayu, Tari Zapin, Tari Riuh Tambourine, Tari Zapin Kampung Melayu Pekan Baru,  
Senjata Tradisional : Pedang Jenawi, Badik Tumbuk Lada
Lagu Daerah : Soleram, Agar Terbang Bawa Bersuluh, Anak Igat, Lancang Kuning, Langgam Melayu, Zapin Pantai Solop, Kutang Barendo, Ocu Maantau, Zapin Laksmana Raja di Laut

Suku : Melayu, Akit, Talang Mamak, Orang utan Bonai, Sakai, Laut, Bunoi, Hutan
Julukan : Kota Bertuah


5.    Provinsi Kepulauan Riau


Ibukota: Tanjung Pinang
Rumah Adat : Belah Bubung
Pakaian Adat : Pakaian Adat Teluk Belanga
 dan Kebaya Labuh
Tarian Tradisional : Tari Tandak, Tari melemang, Tari Zapin, Tari Joget Dangong, Tari Jogi, Tari Makyong, Tari Mendu, Tari Inai, Tari Dayung Sampan, Tari Topeng, Tari Lang-Lang Buana, Tari Alu, Tari Ayam Sudur, Tari Boria, Tari Zikir Barat, Tari Rokana, Tari Joget lambak, Tari Damnah, Tari Semah Kajang, Tari Dendang Dangkong, Tari Sirih Lelat, Tari Tebus Kipas, Tari Sekapur Sirih, Tari Engku Puteri, Tari Mustika Kencana, Tari Marhaban, Tari Menjunjung Duli, Tari Tandak Pengasih, Tari Ikan Kekek, Tari Tarek Rawai, Tari Pasang Rokok, Tari Masri, Tari Betabik, Tari Lenggang Cecak, Tari Laksemane Bentan
Senjata Tradisonal : Ulu Kundit, Pedang Jenawi
Lagu Daerah : Pulau Bintan, Segantang Lada, Tambelan, Hang Tuah, Kampung Halaman, Pak Ngah Balek, Kasih Dan Budi
Suku : Melayu, Siak, Sakai, Kubu, Kerinci, Bajau, Batin, Penghulu
Julukan : Bumi Melayu Lancang Kuning, Bumi Segantang Lada, Bumi Gurindam dan Negeri Pantun.


6.    Provinsi Jambi
Ibukota :  Jambi
Rumah Adat : Panggung Kajang Leko
Pakaian Adat  : Pakaian Adat Melayu Jambi
Tarian Tradisional : Tari Sekapur Sirih, Tari Selampit Delapan,
 Tari Selendang Mak Inang, Tari Rentak Besapih, Tari Tauh, Tari Selaras Pinang Masak,Tarian Magis Gadis, Tari Kipas Keprak.
Senjata Tradisonal : Badik Tumbuk Lada, Keris, Pedang, Tombak, dan Sampitan
Lagu Daerah : Selendang Mayang, Pinang Muda, Injit-Injit Semut, Batanghari, Dodoi si dodoi, Timang-timang anakku saying, Tanduklah Lancip, Angso Duo, Selendang Mak Inang, Orang Kayo Hitam
Suku : Batin, Kerinci, Penghulu, Pedah, Melayu, Jambi, Kubu, dan Bajau
Julukan : Bumi Sepucuk Jambi


7.    Provinsi Sumatera Selatan (SUMSEL)


Ibukota :  Palembang
Rumah Adat : Rumah Limas

Pakaian Adat   : Pakaian Adat Aisan Gede
Tarian Tradisional : Tari Tanggai, Tari Pagar Pengantin Palembang, Tari Putri Bekhusek, Tari Kelindan Sumbay, Tari Gending Sriwijaya, Tari Kipas Linggau
Senjata Tradisonal : Siwar dan tombak trisula
Lagu Daerah : Dek Sangke, Tari Tanggai, Kabile-bile, Cuk Mak Ilang, Pangkalan Umbak, Gending Sriwijaya, Pempek Lenjer, Ya Saman, Dirut, Kapal Selam
Suku : Melayu, Kikim, Semenda, Komering, Pasemah, Lintang, Pegagah, Rawas, Sekak Rambang, Lembak, Kubu, Ogan, Penesek Gumay, Panukal, Bilida, Musi, Rejang, dan Ranau
Julukan : Kota Pempek


8.    Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (BABEL)


Ibukota :  Pangkal Pinang
Rumah Adat : Rumah Rakit, Rumah Limas
Pakaian Adat  : Pakaian Adat  Paksian
Tarian Tradisional : Tari Campak, Tari Tincak Gambus Bangka Belitung, Tari Taluput, Tari Sepen, Tari Sambut Sepintu Sedulang, Tari Kedidi, Tari Tabar, Tari lapin, Tari Melimbang Timah, Tari Beripat, Tari Pucuk Purun, Tari Kedidi, Tari Serimbang, Tari Ngeset Wak-wak
Senjata Tradisional : Parang Bangka, Siwar Panjang, Kedik
Lagu Daerah : Yok Miak, Alam Wisata Pulau Bangka, Men Sahang Lah Mirah, Nasib Si Bujang Saro, Sidik Belitong, Icak-Icak Dek Tau, Miakku Sayang
Suku : Bangka, Melayu, dan Tionghoa
Julukan : Serumpun Sebalai


9.    Provinsi Bengkulu
Ibukota :  Bengkulu
Rumah Adat : Bubungan Lima
Pakaian Adat : Pakaian Adat Bengkulu
Tarian Tradisional : Tari Andun, Tari Ganau, Tari Bidadari Terminang Anak, Tari Lanan Belek, Tari Kejei, Tari Sekapur Sirih, Tari Tabot, Tari Pedang, Tari Putri Gading Cempaka, Tari Persembahan Rejang,
Senjata Tradisonal : Keris Bengkulu, Badik, Kuduk, Rudus
Lagu Daerah : Lalan Belek, Bedindang, Anak Kunang, Be Inai Curi, Ibo, Kota Cu’up, Pegi Berayak, Taneak Tanai, Jibeak Weo, Semulen Keme
Suku : Muko-muko, Pekal, Serawai, Pasemah, Enggano, Kaur, Rejang, Lembak, Melayu, Ketahun
Julukan : The Land Of Raflesia


10.  Provinsi Lampung


Ibukota :  Bandar Lampung
Rumah Adat : Nuwou Sesat
Pakaian Adat  : Pakaian Adat Tulang Bawang
Tarian Tradisional : Tari Sembah Sigeh Penguten, Tari Jangget, Tari Melinting, Tari Ngelajau, Tari Sembah Lampung, Tari Bedana Lampung.
Senjata Tradisonal : Pehduk payan, Golok/Candung, Keris/Kekhis, Badik, Pisau/Lading, Terapang, Beladu

Lagu Daerah : Lipang - Lipang Dang, Adi-adi Laun Lambar, Cangget Agung, Penyandangan, Sang Bumi Ghuwa Jughai, Tanoh Lado, Bumi Lampung, Sakai Sambayan, Seminung, Muloh Tungga
Suku : Pesisir, Pubian, Sungkai, Semenda, Seputih, Tulang Bawang, Krui Abung, dan Pasemah
Julukan : Kota Kain Tapis, Kota Pisang


Provinsi di Pulau  Jawa


11.  Provinsi Banten


Ibukota :  Serang
Rumah Adat : Rumah Baduy
Pakaian Adat : Pakaian Pengantin

Tarian Tradisional : Tari Prajurit, Tari Topeng, Tari Rampak Beduk, Tari Grebeg Terbang Gede, Tari Cokek, Tari Lesung
Senjata Tradisonal : Golok dan Kujang
Lagu Daerah : Dayung Sampan, Jereh Bu Guru, Tong Sarakah, Ibu, Yu ragem belajar
Suku : Baduy, Sunda, dan Banten
Julukan : Kota Santri

12.  Provinsi DKI Jakarta


Ibukota :  Jakarta
Rumah Adat : Rumah Kebaya
Pakaian Adat : Pakaian Adat Abang dan None Betawi

Tarian Tradisional : Tari Ronggeng, Tari Yapong, Tari Topeng Betawi, Tari Cokek, Tari Lenggang Nyai, Tari Japin, Tari Doger Amprok, Tari Kembang Lambang Sari, Tari Legong Kraton, Tari Kembang Rampe
Senjata Tradisonal : Golok
Lagu Daerah :Jali-Jali, Keroncong Kemayoran, Kicir-Kicir, Surilang, Lenggang Kangkong, Ondel-ondel, Ronggeng Jakarta, Sirih Kuning, Pepaya mangga Pisang Jambu, Wak-Wak Gung
Suku : Betawi
Julukan : Kota Metropolitan


13.  Provinsi Jawa Barat (JABAR)


Ibukota :  Bandung
Rumah Adat : Rumah Kasepuhan Cirebon

Pakaian Adat : Pakaian Adat Kebaya Jawa Barat
Tarian Tradisional : Tari Topeng Kuncaran, Tari Merak, Tari Jaipong, Tari Wayang, Tari Kandagan, Tari Ketuk Tilu, Tari Digenjring Bonyok, Tari Sipytri Sintren, Tari Topeng Cisalak, Tari Paku Jajar, Tari Ratu Graeni, Tari Topeng Tumenggung Priangan
Senjata Tradisonal : Kujang
Lagu Daerah : Manuk Dadali, Bubuy Bulan, Cing Cangkeling, Panon Hideung, Pileuleuyan, Tokecang, Sintren, Bajing Luncat, Es Lilin, Neng Geulis
Suku : Sunda
Julukan : Kota Kembang / Paris Van Java


14.  Provinsi Jawa Tengah (JATENG)


Ibukota :  Semarang
Rumah Adat : Rumah Joglo, Rumah Padepokan Jawa Tengah
Pakaian Adat  : Pakaian Adat Kebaya Jawa Tengah

Tarian Tradisional :Tari Bambangan Cakil, Tari Gandrung, Tari Sintren, Tari Bondan Payung, TariGambyong, Tari Serimpi
Senjata Tradisonal : Keris
Lagu Daerah : Gambang Suling, Gek Kepriye, Gundul Pacul, lir-llir, Jamuran, Bapak Pucung, Jaranan, Padang Wulan, Ande-ande Lumut, Dondong Apa Salak
Suku : Jawa, Karimun, dan Samin
Julukan : Kota Lumpia / Kota Jamu


15.  Provinsi Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta


Ibukota :  Yogyakarta
Rumah Adat : Rumah Bangsal Kencono, Rumah Joglo
Pakaian Adat : Pakaian Adat Kasatrian
Tarian Tradisional : Tari Serimpi Sangupati, Tari Bedhaya, Tari Golek Sulung Dayung, Tari Golek, STari ekar Pudyastuti, Tari Golek Retno Adaninggar, Tari Topeng Putri Kenakawulan, Tari Angguk
Senjata Tradisonal : Keris
Lagu Daerah : Pitik Tukung, Sinom, Suwe Ora Jamu, Kidang Talun, Tekate Dipanah, Menthok- menthok, Kupu Kuwi, Caping Gunung, Walang Kekek, Gethuk
Suku : Jawa
Julukan : Kota Gudeg, Kota Pelajar, Kota Seni dan Budaya


16.  Provinsi Jawa Timur (JATIM)


Ibukota :  Surabaya
Rumah Adat : Rumah Situbondo, Rumah Joglo
Pakaian Adat : Pakaian Adat Pesa'an
Tarian Tradisional : Tari Remo, Tari Reog Ponorogo, Tari Thengul, Tari Boran, Tari Jaran Kencak,Tari Jejer Gandrung, Tari Malathe Sato’or, Tari Turangga Yaksa, Tari Singo Ulung, Tari Topeng Malangan, Tari Muang Sangkal, Tari Jaranan, Tari Wayang Topeng, Tari Glipang,Tari Gembu /Gambuh
Senjata Tradisonal : Celurit
Lagu Daerah : Keraban Sape, Tanduk Majeng, Rek ayo Rek, Cublak-cublak Suweng, Gai Bintang, Kembang Malathe, Lindri, Grimis-Grimis, Bapak Tane, Tanjung Perak
Suku : Jawa, Madura, Tengger, dan Osing
Julukan : Kota Pahlawan


Provinsi di Pulau Nusa Tenggara dan Bali


17.  Provinsi Bali


Ibukota :  Denpasar
Rumah Adat : Rumah Gapura Candi Bentar
Pakaian Adat : Pakaian Adat Payas Agung

TarianTradisional : Tari Legong, Tari Kecak, Tari Pendet, Tari Manukrawa, Tari Panji Semirang, Tari Puspanjali, Tari Margapati, Tari Tenun, Tari Wirayuda, Tari Gopala, Tari Condong, Tari Cendrawasih, Tari Wiranata, Tari Legong Lasem (Kraton), Tari Ciwa Nataraja, Tari Trunajaya, Tari Belibis, Tari Baris Tunggal, Tari Barong, Tari Gabor, Tari Genjek, Tari Jauk, Tari Rejang
Senjata Tradisonal : Keris
Lagu Daerah : Macepet-cepetan, Meyong-Meyong, Ngusak Asik, Putri Cening Ayu, Ratu Anom, Tari Bali, Jangi Janger, Dewa Ayu, Mejangeran, Dadong Dauh
Suku : Bali Aga dan Bali Majapahit
Julukan : Pulau Dewata


18.  Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)


Ibukota :  Mataram
Rumah Adat :
 Rumah dalam Loka Samawa dan rumah Bale
Pakaian Adat : Pakaian Adat Suku Bima
Tarian Tradisional : Tari Mpaa Lenggogo, Tari Batunganga, Tari Gandrung, Tari Oncer, Tari Randak Geroq, Tari Hadrah, Tari Kanja, Tari Karaenta, Tari Katumbu, Tari Toja, Tari Lenggo, Tari Lengsara, Tari Mpa'a, Tari Sere, Tari Tamak Lamung, Tari Tandang Mendet, Tari Sere, Tari Nguri
Senjata Tradisonal : Keris, Sampari, Tulup
Lagu Daerah : Orlen-Orlen, Kupendi Jangi, Tutu Koda, Atte, Bilin
Suku :  Bali, Sasak, Samawa, Mata, Dongo, Kore, Mbojo, Dompu, Tarlawi, dan Sumba
Julukan : Bumi Gogo Rancah (Bumi Gora)


19.  Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)


Ibukota :  Kupang
Rumah Adat :
 Mbaru Niang dan Sao Ria Tenda Bewa Moni Koanara
Pakaian Adat : Pakaian Adat Nusa Tenggara Timur 

TarianTradisional : Tari Perang, Tari Gareng Lameng, Tari Tokesi, Tari Bidu, Tari Cerana, Tari Kebalai, Tari Padoa, Tari Kandingangu, Tari Kataga, Tari Hedung, Tari Atanua dan Wenggu, Tari Toda Gu, Tarian Tea Eku, Tari Caci Caci, Tari Dodakado, Tari Likurai, Tari Ja’i, Tari Poto Wolo, Tari Manekat, Tari Ende Lio, Tari Lego-Lego
Senjata Tradisonal : Sundu, Kampak, Parang, Saweo, dan Senapan Tumbuk
Lagu Daerah : Desaku, Anak Kambing Saya, Potong Bebek, Flobamora, Pai Mura Rame,, Lerang Wutun, O Nina Noi, Orere Seero, Bolelebo, Haleleu Ala De Teang
Suku : Sabu, Sumba, Rote, Kedang, Helong, Dawan, Tatum, Melus, Bima, Alor, Lie, Kemak, Lamaholot, Sikka, Manggarai, Krowe, Ende, Bajawa, Nage, Riung, dan Flores
Julukan : Flobamora


Provinsi di Pulau Kalimantan


20.  Provinsi Kalimantan Barat (KALBAR)


Ibukota :  Pontianak
Rumah Adat : Rumah Betang,
 Rumah Baluk, Rumah Melayu, Rumah Istana Kesultanan Pontianak
Pakaian Adat  : Pakaian Adat Dayak
Tarian Tradisional : Tari Monong, Tari Zapin Tembung, Tari Pingan, Tari Jonggan, Tari Kondan, Tari Jepin Lembut, Tari Tandak Sambas, Tari Kinyah Uut Danum, Tari Ajat Temuai Datai, Tari Gantar
Senjata Tradisonal : Mandau
Lagu Daerah : Cik-Cik Periuk, Aek Kapuas, Masjid Jami, Alon-Alon, Kapal Belon, Sungai Kapuas, Antare Kapuas – Landak, Alok Galing, Bantelan, Batu Balah
Suku : Kayau, Ulu Aer, Mbaluh, Manyuke, Skadau, Melayu-Pontianak, Punau, Ngaju, dan Mbaluh
Julukan : Kota Katulistiwa


21.  Provinsi Kalimantan Tengah (KALTENG)


Ibukota :  Palangkaraya
Rumah Adat : Rumah Betang
Pakaian Adat : Pakaian Adat Sinjang
Tarian Tradisional : Tari Balean Dadas, Tari Tambun & Bungai, Tari Manggetem, Tari Potong Pantan, Tari Kancet Papatai/Tari Perang, Tari Kancet Ledo/ Tari Gong, Tari Kancet Lasan, Tari Leleng, Tari Serumpai, Tari Belian Bowo, Tari Kuyang, Tari Pecuk Kina, Tari Ngerangkau, Tari Baraga Bagantar, Ari Giring-Giring, Tari Mandau, Tari Pagar Ruyung, Tari Datun, Tari Wadian Amun Rahu, Tari Jarangkang Bango, Tari Bahalai
Senjata Tradisonal : Mandau, Lunduk Sumpit, Talawang, Randu, Perisai
Lagu Daerah: Palu Lempong Pupoi, Nuluya, Tumpi Wayu, Kelayar, Ka Danau, Isen Mulang, Lewungku Utusku, Malauk Manjala, Manasai, Oh Indang Oh Apang
Suku : Kapuas, Ot Danum, Ngaju, Lawangan, Dusun, Maanyan, Dayak dan Katingan
Julukan : Kota Cantik


22.  Provinsi Kalimantan Selatan (KALSEL)


Ibukota :  Banjarmasin
Rumah Adat : Rumah Banjar Bubungan Tinggi
Pakaian Adat : Pakaian Adat Pengantin Bagajah Gamuling Baular Lulut
Tarian Tradisional : Tari Baksa Kembang, Tari Radap Rahayu, Tari Banjar, Tari Kuda Gepang, Tari Japin, Tari Mantang Gandut, Tari Badayang
Senjata Tradisonal : Mandau, Keris, Beliung, Bujak, Sumpitan
Lagu Daerah : Paris Barantai, Ampar-Ampar Pisang, Saputangan Bapuncu Ampat, Ayun Apan, Japin  Rantauan, Musik Panting, Tirik Lalan, Halin, Mandung – Mandung, Tirik
 
Suku : Ngaju, Laut, Maamyan, Bukit, Dusun, Deyah, Balangan, Aba, Melayu, Banjar, dan Dayak
Julukan : Kota Seribu Sungai


23.  Provinsi Kalimantan Timur (KALTIM)


Ibukota :  Samarinda
Rumah Adat : Rumah Lamin
Pakaian Adat : Pakaian Adat Urang Besunung
Tarian Tradisional : Tari Perang, Tari Gong, Tari Gantar, Tari Hudog, Tari Kanjar, Tari Bedewa, Tari Iluk Bebalon, Tari Besyitan, Tari Kedandiu, Tari Ngeleway, Tari Ngerangkaw, Tari Kancet, Tari Datun, Tari Hudoq, Tari Kejien, Tari Jepin Ujang Bentawol, , Tari Perang, Tari Ngerangkan, Tari Tobengan Marang, Tari Belian, Tari Tekenaq Bungan Malan
Senjata Tradisonal : Mandau, Bujak, Anak Mandau, Beliung dan Sumpitan
Lagu Daerah : Indung-Indung, Bulan Haji, Buah Bolok, Burung Enggang Marista, Lamin Talungsur, Oh Adingkoh
Suku : Ngaju, Otdanum, Apokayan, Punan, Murut, Dayak, Kutai, Kayan, Punan, Abal, Bulungan, Tidung, Kenyah, Berusau dan Bugis
Julukan : Kota Tepian


24.  Kalimantan Utara (KALUT)


Ibukota : Tanjung Selor
Rumah Adat  : Rumah Baloy Mayo
Pakaian Adat : Pakaian Adat Kulavi atau Donggala
Senjata Tradisional : Mandau
Tarian Adat : Tari Jepen, Tari Lalatip, Tari Kencet Ledo
Suku : Tidung, Dayak, Bulungan, Suluk, Bugis, Jawa, Banjar
Lagu daerah : Bebalon, Pinang Sendawar,Tuyang
Julukan : -



Nama Provinsi di Pulau Sulawesi 


25.  Provinsi Sulawesi Utara  (SULUT)


Ibukota :  Manado
Rumah Adat : Rumah Pewaris, Rumah Bolaang Mongondow
Pakaian Adat  : Pakaian Adat Sulawesi Utara
Tarian Tradisional : Tari Maengket, Tari Cakalele, Tari Biteya, Tari Kalibombang, Tari Tumetanden, Tari Kabasaran,Tari Mahambak, Tari Maselai, Tari Gunde, Tari Mane’e, Tari Tatengesan
Senjata Tradisonal : Keris, Peda, Perisai, Sabel, Tombak.
Lagu Daerah : Esa Mokan, 0 Ina Ni Keke, Sipatokahan, Sitara Tillo, Gadis Taruna, Tan Mahurang, Tahanusangkara, Poco-Poco, Nani Wartabone, Niko Mokan

Suku : Minahasa, Bolaang Mangondow, Sangiher Talaud, Gorontalo, Sangir, Ternate, Togite, Morotai, Loda, Halmahera, Tidore, dan Obi
Julukan : Kota Tinutuan


26.  Provinsi Sulawesi Barat (SULBAR)


Ibukota :  Kota Mamuju
Rumah Adat : Rumah Mamuju, Rumah Tongkonan
Pakaian Adat : Pakaian adat Mandar
Tarian Tradisional : Tari Patuddu, Tari Kondo Sapata,  Tari Kipas, Tari Toerang Batu, Tari Motaro, Tari Salabose Daeng Poralle, Tari Ello-Ello, Tari Patturaq, Tari Peppioq, Tari Mappande Banua, Tari Cellelua, Tari Pallaga, Tari Jekka, Tari Caqbite, Tari Bamba Manurung, Tari Ma Bundu, Tari Bulu Londong, Tari Tuduq, Tari Dego Pallaga, dan Tari Pa Jinang
Senjata Tradisonal : Badik
Lagu Daerah : Tenggang Tenggang Lopi, Bulu Londong, Malluya, Io-Io, Ma'pararuk
Suku : Mandar, Toraja, Mamuju, Bugis, dan Mamasa
Julukan : Kota Kaledo, Kota Tadulako, Kota Teluk


27.  Provinsi Sulawesi Tengah (SULTENG)


Ibukota :  Palu
Rumah Adat : Rumah Tambi, dan Rumah Sou Raja atau Banua Mbaso
Pakaian Adat  : Pakaian Adat Nggembe
Tarian Tradisional : Tari Lumense, Tari Pule Cinde, Tari Torompio, Tari Dero Poso, Tari Pamonte, Tari Mamosa, Tari Kalanda, Tari Rumongi, Tari Pontanu, Tari Peule Cinde, Tari Moraego
Senjata Tradisonal : Pasatimpo, Tombak Kanjae/Surampa, Parang, Pisau, Perisai dan Sumpitan
Lagu Daerah : Tope Gugu
Suku : Buol, Toli-toli, Tomini, Dompelas, Kaili, Kulawi, Lore, Pamona, Saluan, Mori, Bungku, Balantak, Banggai,  Balatar, Mamasa, Taa, Bare'e, Dampal, Dondo, Pendau, Dampelas, Da'a, Wana, Seasea, Ta'di, Daya
Julukan : -


28.  Provinsi Sulawesi Tenggara (SULTRA)


Ibukota :  Kendari
Rumah Adat : Rumah Istana Sultan Buton atau Malige, Rumah Laika, dan Rumah Banua Tada
Pakaian Adat : Pakaian Babung Ginasamani
Tarian Tradisional : Tari Balumpa, Tari Lumense, Tari Manguru, Tari Molulo, Tari Lantitiasi, Tari Kolega, Tari Dinggu, Tari Lulo Alu, Tari Honari Mosega
Senjata Tradisonal : Keris, Pedang, Tombak, dan Sumpitan
Lagu Daerah : Peia Tawa-tawa, Tana Wolio, Wulele Sanggula, Symponi  Bahteramas
Suku : Mapute, Mekongga, Landawe, Tolaiwiw, Tolaki, Kabaina, Butung, Muna, Bungku, Buton, Muna, Wolio, dan Bugis
Julukan : Bumi Anoa


29.  Provinsi Sulawesi Selatan (SULSEL)


Ibukota :  Makassar
Rumah Adat : Rumah Tongkonan
Pakaian adat : Pakaian adat Bodo
Tarian Tradisional : Tari Bosara, Tari Kipas, Tari pakarena, Tari Bissu, Tari Ma'gellu, Tari Kalioso, Tari Pasulla, Tari Pattenung, Tari Pajaga, Tari Ganrang Bulo,  Tari Ma'randing
Senjata Tradisonal : Badik, Peda, Sabel, Tombak, dan Perisai
Lagu Daerah : Angin Mammiri, Pakerena, Ma Rencong, Ganrang Pakarena, Ammac Ciang, Anak Kukang, Ati Raja, Tondok Kadadiangku, Marendeng Marampa, Kilalai Tondokmu, To Mepare, Sulawesi Pa'rasanganta
Suku : Mandar, Bugis, Toraja, Sa’dan, Bugis, dan Makassar
Julukan : Kota Daeng


30.  Provinsi Gorontalo


Pakaian Adat  : Pakaian Bili'u atau Paluawala dan Mukuta
Tarian Tradisional : Tari Polopalo, Tari Saronde, Tari Dana-dana, Tari Langga, Tari Tulude, Tari Elengge, Tari Tanam Padi, Tari Sabe,  Tari Mopohuloo / Modepito, Tari Walimah, Tari Saronde
Senjata Tradisonal : Wamilo, Bitu'o, Sabele, dan Travalla
Lagu Daerah : Binde Biluhuta, Moholunga, Tahuli Li Mama, Dabu-dabu, Hulandalo Lipuu, Dana-Dana, Ati olo Ati Mama, Tilola Malo Wolo Wololo, Molipu Ti? Opo
Suku : Gorontalo, Suwawa, Bolango, Atinggola, Mongondow
Julukan : Kota Serambi Madinah



Provinsi di Kepulauan Maluku


31.  Provinsi Maluku


Ibukota :  Ambon
Rumah Adat :
 Rumah Baileo
Pakaian adat  : Pakaian adat Cele
Tarian Tradisional : Tari Lenso, Tari Cakalele, Tari Saureka-Reka, Tari Katreji, Tari Bambu Gila, Tari Peris, Tari Orlapei, Tari Loliyana, Tari Kabaresi, Tari Panah
Senjata Tradisonal : Parang Salawaku
 
Lagu Daerah : Rasa Sayang-sayange, Ayo Mama, Buka Pintu, Burung Tantina, Goro-Gorone, Huhatee, Kole-Kole, Mande-Mande, Ole Sioh, O Ulate, Sarinande, Tanase
Suku : Buru, Banda, Seram, Kei, Ambon, Rana, Alifru, Togitil, Furu-furu
Julukan : Kota Ambon Manise


32.  Provinsi Maluku Utara


Ibukota :  Sofifi
Rumah Adat :
 Rumah adat Sasadu dan Rumah adat Hibualamo
Pakaian adat  : Pakaian adat Manteren Lamo
Tarian Tradisional : Tari Soya-soya, Tari Lenso, Tari Tidetide, Tari Dengedenge, Tari Cakalele, Tari Gumatere, Tari Lelehe,  Tari Nabar Ilaa, Tari Perang, Tari Ronggeng, Tari Bara Masuwen, Tari Salai Jin,  Tari Dadansa,  Tari Gala,  Tari Caka Iba, Tari Tujuh Putri, Tari Pukul Sapu, Tari Dona-Dona
Senjata Tradisonal : Parang Salawaku  

Lagu Daerah : Rasa Sayang-sayange, Ayo Mama, Buka Pintu, Burung Tantina,Goro-Gorone, Huhatee, Kole-Kole, Mande-Mande, Ole Sioh, O Ulate, Sarinande,Tanase
Suku : Module, Pagu, Ternate, Makian Barat, Kao, Tidore, Buli, Patani, Maba, Sawai, Weda, Gne, Makian Timur, Kayoa, Bacan, Sula, Ange, Siboyo, Kadai, Galela,Tobelo, Loloda, Tobaru, Sahu,
Julukan : -


Provinsi di Pulau Papua


33.  Provinsi Papua Barat


Ibukota :  Kota Manokwari
Rumah Adat :
 Mod Aki Aksa atau rumah kaki seribu

Pakaian adat  : Pakaian Serui
Tarian Tradisional : Tari Perang, Tari Suanggi, Tari Ular/Tari Magasa, Tari Snekala/Palu air, Tari Tifa, Tari Api, Tari Selamat Datang, Tari Musyoh, Tari Wor, Tari Mayai Marowa
Senjata Tradisonal : Pisau Belati, Busur dan Panah
Lagu Daerah : Yamko Rambe Yamko, Apuse, E Mambo Simbo, Sajojo, Rasine Ma Rasine, Wesupe, Diru Diru Nina
Suku : Mey Brat, Arfak, Asmat, Dani, dan Sentan
Julukan : -


34.  Provinsi Papua


Ibukota :  Jayapura
Rumah Adat :
 Rumah Honai
Pakaian adat  : Pakaian Koteka dan Sali
Tarian Tradisional : Tari Selamat datang, Tari Sajojo, Tari Kreasi Balada Cenderawasih, Tari Yospan/Yosim Pancar, Tari Seka, Tari Gale-Gale, Tari Pacul, Tari Balada
Senjata Tradisonal : Pisau Belati, Busur dan Panah
Lagu Daerah : Yamko Rambe Yamko, Apuse, E Mambo Simbo, Sajojo, Wesupe, Rasine Ma Rasine,  Diru Diru Nina
Suku : Sentani, Dani, Amungme, Nimboran, Jagai, Asmat, dan Tobati 
Julukan : Mutiara Dari Timur




K@|_ /\U       B!$@     H@F@|_     K@|\|     Y@@@..................