BAB 1
Ruang adalah
tempat dipermukaan bumi, baik secara keseluruhan, maupun hanya sebagian yang
digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal. Interaksi merupakan suatu proses
yang sifatnya timbal balik dan mempunyai pengaruh terhadap tingkah laku, baik
melalui kontak langsung ataupun tidak langsung. Kondisi yang sering terjadi
dalam interaksi sosial adalah kondisi saling bergantung yang diperlukan untuk
terjadinya interaksi keruangan yaitu,
o
Saling melengkapi (Complementarity)
o
Kesempatan antara (Intervening
opportunity) dan
o
Keadaan dapat dipindahkan (Transferbility)
Lokasi suatu tempat dapat dilihat pada
peta. Peta adalah gambaran permukaan bumi pada suatu bidang datar dan
diperkecil dengan menggunakan skala. Sebuah peta terdiri atas komponen – pomponen
penyusunannya, komponen penyusunan peta terdiri atas, judul peta, skala peta,
orientasi utara, simbol peta, garis astronomis, inset, legenda, dan sumber
peta.
o
Judul Peta, yaitu komponen yang
menunjukkan isi suatu peta.
o
Skala Peta, yaitu menunjukkan
perbandingan suatu jarak di peta dengan jarak sesungguhnya.
o
Skala Angka, skala yang berwujud
perbandingan angka.
o
Skala Garis atau Grafis, skala yang
berbentuk garis dengan ukuran tertentu.
o
Orientasi Utara, bentuk orientasi
ditunjukkan oleh simbol berbentuk panah dengan bentuk yang berfariasi.
o
Simbol Peta, yaitu tanda khusus pada
peta yang mewakili objek yang dipetakan.
o
Simbol Titik, dapat berupa lingkaran, bujur sangkar,
segitiga, dan lainnya. Lambang ibu kota biasanya diberi simbol bujur sangkar,
gunung api berbentuk segitiga dan ibukota kabupaten berbentuk lingkaran.
o
Simbol Garis, simbol ini dapat
digambar dalam beragam bentuk dan ukuran ketebalan.
o
Simbol Warna, digunakan pada peta
dengan aturan tertentu. Tidak sembarang warna dapat digunakan untuk objek-objek
tertentu karena ada aturan perpetaan.
o
Simbol Area, yaitu berupa ilustrasi
dari objek yang ada dilapangan.
o
Garis Koordinat, yaitu garis khayal
pada peta berupa koordinat peta dalam bentuk garis lintang dan garis bujur.
o
Inset, merupakan peta kecil untuk
menunjukkan lokasi daerah yang dipetakan diantara lokasi lainnya lebih luas.
o
Legenda, menunjukkan keterangan semua
objek yang ada atau muncul pada muka peta.
o
Sumber Peta, menunjukkan orang atau
lembaga yang membuat peta.
Indonesia terletak antara 950
BT – 1410BT dan 60 LU – 110 LS. Indonesia
termasuk ke dalam wilayah tropis. Wilayah tropis dibatasi oleh lintang 23,50
LU dan 23,50 LS. Secara geografis, Indonesia berada di antara dua
benua, yaitu Benua Asia yang terletak di sebelah utara Indonesia dan Benua
Australia. Selain itu, Indonesia berada di antara dua samudra, yaitu Samudra
Pasifik di sebelah timur Indonesia dan Samudra Hindia di sebelah barat
Indonesia. Keuntungan letak geografis bagi Indonesia adalah Letak geografis
Indonesia sangat strategis karena menjadi jalur lalu lintas perdagangan dunia
antar negara-negara dari Asia Timur dengan negara-negara di Eropa, Afrika dan Timur
Tengah, dan India.
Keuntungan posisi Indonesia juga dapat
dilihat secara geologis.
Indonesia berada pada jalur pertemuan tiga
lempeng, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Hindia. Wilayah
Indonesia terdiri atas daratan seluas 1.922.570 km2 dan perairan
seluas 3.257.483 km2. Daratannya terdiri atas 13.466 pulau yang
menjadikannya sebagai salah satu negara kepulauan terbesar di dunia. Banyaknya
pulau membuat garis pantainya juga sangat besar yaitu mencapai 99.030
kilometer.
Sumber daya alam adalah semua bahan
yang ditemukan manusia dalam alam yang dapat dipakai untuk kepentingan
hidupnya.
Potensi Sumber Daya Hutan
Hutan Indonesia memiliki potensi yang sangat
besar yaitu mencapai 99,6 juta hektar atau 52,3% dari luas wilayah Indonesia . Hutan
hujan tropis adalah hutan berdaun lebar yang selalu hijau (evergreen) dan
memiliki kerapatan yang tinggi. Hutan memiliki fungsi yang banyak, manfaat /
fungsi nya adalah
Menyimpan air hujan dan kemudian
mengalirkannya ke sungai – sungai dan danau, sehingga pada musim kemarau tidak
mengalami kekeringan.
Tempat hidup bagi flora dan fauna yang menjadi
sumber makanan dan obat-obatan pada saat ini maupun pada masa yang akan datang.
Mencegah terjadinya erosi atau pengikisan
karena air hujan tidak langsung jatuh ke tanah dan mengikis tanah-tanah yang
subur.
Potensi Sumber Daya Tambang
Batu Bara, adalah batuan sedimen yang
terbentuk dari sisa tumbuhan yang telah mati dan mengendap selama jutaan tahun.
Unsur – unsur penyusunnya adalah karbon, hidrogen dan oksigen.
Bauksit, adalah sumber bijih utama untuk
menghasilkan aluminium. Bauksit bermanfaat untuk industri keramik, logam,
kimia, dan metalergi.
Potensi Kemaritiman Indonesia
Perikanan, merupakan salah satu potensi sumber
daya laut.
Hutan Mangrove
o
Hutan mangrove (hutan bakau) adalah
tipe hutan yang berada di
o
daerah pasang surut air laut. Ada dua
fungsi hutan mangrove sebagai potensi sumber daya laut di Indonesia yaitu
fungsi ekologis dan ekonomis. Fungsi ekologis hutan mangrove adalah sebagai
habitat (tempat hidup) binatang laut untuk berlindung, mencari makan, dan
berkembang biak. Fungsi ekologis yang lain dari hutan mangrove adalah untuk
melindungi pantai dari abrasi air laut. Fungsi ekonomis hutan mangrove berupa
nilai ekonomis dari kayu pepohonan dan makhluk hidup yang ada di dalamnya.
Terumbu Karang
o
Terumbu Karang adalah
terumbu (batuan sedimen kapur di laut) yang terbentuk dari kapur yang sebagian
besar dihasilkan dari
o
koral (binatang yang
menghasilkan kapur untuk kerangka tubuhnya).
Dinamika Kependudukan
Indonesia
Jumlah penduduk yang tinggal di
Indonesia mencapai 256 juta jiwa (Worl
Population Data Sheet/WPDS, 2015). Dinamika penduduk adalah perubahan
penduduk pada suatu wilayah yang disebabkan oleh tiga faktor yaitu, kelahiran
(nartlitas), kematian (mortalitas), dan perpindahan (migrasi). Ada beberapa
bagian dari dinamika penduduk yaitu,
Jumlah Penduduk
Persebaran Penduduk
Komposisi Penduduk dibagi menjadi 2 yaitu
·
Komposisi Penduduk Berdasarkan Usia
·
Komposisi Penduduk Berdasarkan Jenis
Kelamin
Kondisi Alam Indonesia
Keadaan Fisik Wilayah
o
Indonesia memiliki keadaan fisik
tertentu, dan dapat dikenali dari
keadaan geologi, bentuk muka bumi, dan iklim.
o
Indonesia dipengaruhi oleh 3 jenis
iklim, yaitu iklim moson, iklim laut dan tropis..
Flora dan Fauna
o
Jumlah spesies tumbuhan di Indonesia
mencapai 8.000 spesies
o
yang sudah teridentifikasi, sedangkan
jumlah spesies hewan mencapai 2.215 spesies. Spesies hewan terdiri atas 515
mamalia, 60 reptile, 1519 burung, dan 121 kupu-kupu.
o
Persebaran Flora di Indonesia
§
Flora di Indonesia di bedakan menjadi
2 kelompok yaitu, Indo-Malayan dan Indo-Australian. Kelompok Indo-Malayan
meliputi kawasan Indonesia Barat. Kelompok Indo-Australian meliputi kawasan
Indonesia Timur.
o
Persebaran Fauna Indonesia
§
Fauna di Indoonesia dibedakan menjadi
3 ccorak yaitu, barat, tengah, timur. Garis yang memisahkan fauna Indonesia
bagian Barat dengan Tengah disebut garis Wallace, garis yang memisahkan fauna Indonesia bagian
Tengah dan Timur dinamakan Garis Weber.
Perubahan Akibat Interaksi Sosial
o
Perubahannya dibagi menjadi 5 yaitu,
Berkembangnya Pusat – Pusat Pertumbuhan
Perubahan Penggunaan Lahan
Perubahan Orientasi Mata Pencaharian
Adanya Perubahan Sosial dan Budaya
Berubahnya Komposisi Penduduk
BAB 2
Manusia disebut makhluk sosial, karena
ia memiliki gregariuosness yaitu
suatu naluri untuk selalu hidup dengan orang lain.
Interaksi Sosial adalah hubungan –
hubungan antara orang perorangan, antara kelompok manusia, maupun antara orang
perorang dengan kelompok.
Suatu tindakan dapat dikatakan
interaksi sosial apabila memiliki ciri – ciri,
Jumlah pelakunya lebih dari satu, biasanya
2 orang atau lebih. Berlangsung secara timbal balik, dan Adanya komunikasi
antar pelaku dengan menggunakan simbol – simbol yang disepakati. Adanya tujuan
tertentu.
Proses interaksi sosial akan terjadi
apabila ada diantara pihak yang berinteraksi melakukan kontak sosial dan
komunikasi. Kontak sosial dan komunikasi merupakan syarat terjadinya interaksi
sosial. Tanpa ada syarat kedua itu, maka interaksi tidak akan terjadi. Kontak
sosial merupakan hubungan masing – masing pihak tidak hanya secara langsung
bersentuhan secara fisik, tetapi juga bisa tanpa hubungan secara fisik.
Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari seseorang kepada orang lain
yang dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Ada beberapa faktor
berlangsungnya interaksi sosial. Yaitu faktor imitasi, sugesti, identifikasi,
dan simpati.
Faktor imitasi merupakan
proses seseorang mencontoh orang lain atau kelompok. Contohnya, seorang anak
perempuan bermain masak-masakan karena melihat ibunya pada saat memasak di dapur.
Faktor sugesti merupakan
pengaruh yang dapat menggerakkan hati orang. Contohnya, seorang pasien yang
akan berobat ke seorang dokter, pasien tersebut akan cepat mengalami
penyembuhan salah satunya disebabkan adanya rasa sugesti pada dokter tersebut.
Faktor identifikasi
merupakan kecenderungan - kecenderungan atau keinginan-keinginan dalam diri
seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain. Contohnya, seorang anak yang
mengidolakan pemain bola, sehingga semua tingkah laku idolanya akan dilakukan.
Faktor simpati merupakan
kemampuan untuk merasakan diri seolah-olah dalam keadaan orang lain dan ikut
merasakan apa yang dilakukan, dialami, atau diderita orang lain. Contohnya,
pada saat ada tetangga kita yang tertimpa musibah, maka kita ikut merasakan
kesedihannya dan berusaha membantunya.
o
Bentuk – Bentuk Interaksi Sosial
Proses Asosiatif, terjadi apabila
suatu kelompok atau seseorang melakukan
interaksi sosial yang mengarah pada kesatuan pandangan, proses ini ada 3
bentuk, yaitu kerjasama, akomodasi, dan asimilasi.
o
kerjasama merupakan suatu usaha
bersama antara orang perorangan, atau sekelompok manusia untuk mencapai tujuan
bersama. dalam melaksanakan kerjasama ada 5 bentuk yaitu, bergaining, kooptasi,
koalisi, kerukunan, joint venture.
o
akomodasi merupakan suatu proses yang
menunjuk pada usaha – usaha untuk mencapai kestabilan, dan cara untuk
menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan, proses ini memiliki
beberapa bentuk yaitu, koersi, kompromi, arbitrasi, mediasi, konsiliasi, toleransi,
stalemate, dan ajudikasi.
o
asimilasi merupakan cara – cara
bersikap dan bertingkah laku dalam menghadapi perbedaan untuk mecapai kesatuan
dalam pikiran dan tindakan.
Proses Disosiatif, terjadi apabila
seseorang atau sekolompok manusia melakukan interaksi yang mengarah pada
konflik dan merenggangkan solidaritas kelompok, proses ini terdiri atas 3
bentuk, yaitu, kompetisi, kontravensi, dan pertentangan.
o
kompetisi adalah suatu proses individu
atau kelompok yang bersaing untuk mencari keuntungan melalui bidang – bidang
tertentu.
o
kontraensi merupakan sikap mental yang
tersembunyi terhadap orang lain atau terhadap unsur kebudayaan suatu golongan tertentu.
o
pertentangan adalah suatu proses
dimana individu atau kelompok berusaha untuk memenuhi tujuannya dengan jalan
menentang pihak lawan yang disertai denagn ancaman dan kekerasan.
Interaksi sosial berpengaruh besar
terhadap terbentuknya lembaga sosial masyarakat yang bersangkutan. Melalui
interaksi sosial, manusia saling bekerja sama, menghargai, menghormati, hidup
rukun, dan gotong royong.
Lembaga sosial adalah keseluruhan dari
sistim norma norma yang dianggap penting dalam hidup bermasyarakat.
Norma ialah tingkah laku yang diterima
dan diperlakukan dalam keadaan tertentu.
Dalam masyarakat ada 4 tingkatan norma, yaitu
Cara (Usage)
§
Norma yang menunjuk kepada suatu
bentuk perbuatan sanksi yang ringan terhadap pelanggarnya.
Kebiasaan (Folksway)
§
Kebiasaan adalah perbuatan yang
dilakukan secara berulang-ulang dalam bentuk yang sama.
Tata Kelakuan (Mores)
§
kebiasaan yang dianggap tidak hanya
sebagai perilaku, tetapi diterima sebagai norma – norma pengatur.
Adat
Istiadat (Costums)
§
Tata kelakuan yang menyatu dengan pola
– pola perilaku masyarakat.
Fungsi umum lembaga sosial adalah,
memberikan pedoman pada anggota-anggota masyarakat, menjaga keutuhan masyarakat
yang bersangkutan, memberikan pedoman kepada masyarakat untuk mengadakan sistem
pengendalian sosial (kontrol sosial). Artinya lembaga sosial sebagai sistem
pengawasan masyarakat terhadap tingkah laku anggota masyarakatnya.
Dalam kehidupan masyarakat, ada
berbagai macam lembaga sosial, yaitu, Lembaga Keluarga, Lembaga Agama, Lembaga
Ekonomi, Lembaga Pendidikan, Lembaga Politik.
Lembaga Keluarga, merupakan unit
sosial terkecil dalam masyarakat. Keluarga berperan membina, membimbing anggota
keluarganya untuk beradaptasi dengan lingkungan fisik maupun lingkungan budaya.
Lembaga keluarga juga memiliki fungsi yaitu, fungsi reproduksi, proteksi,
ekonomi, sosialisasi, afeksi, pengawasan sosial, dan pemberian status.
Lembaga Agama adalah sistem keyakinan
dan praktek keagamaan dalam masyarakat yang telah dirumuskan dan dibakukan.
Fungsi lembaga agama adalah, sebagai pedoman hidup, sumber kebenaran, pengatur
tata cara hubungan manusia dan manusia dengan Tuhannya, dan lainnya.
Lembaga Ekonomi merupakan bagian
lembaga yang mengatur tata hubungan antar manusia dalam pemenuhan kebutuhan
hidup sehari harinnya. Fungsi lembaga ini adalah, memberi pedoman hidup untuk
mendapatkan bahan pangan, melakukan barter, memberi identitas bagi masyarakat.
Lembaga Pendidikan merupakan tempat
berlangsungnya proses pendidikan yang dilakukan dengan tujuan untuk mengubah
tingkah laku individu ke arah yang lebih baik. Ada 2 fungsi lembaga pendidikan,
yaitu fungsi manifes dan laten. Fungsi manifes merupakan fungsi yang tercantum
dalam kurikulum sekolah, seperti menanamkan keterampilan yang perlu bagi
partisipasi dan demokrasi. Fungsi laten yaitu fungsi yang tidak disadari,
seperti mengurangi pengendalian orang tua, dan mempertahankan sistim kelas
sosial.
Lembaga
Politik yaitu lembaga yang mengatur pelaksanaan dan wewenang yang menyangkut
kepentingan masyarakat agar tercapai suatu keteraturan dan tata tertib
kehidupan bermasyarakat.